Melly Kemala Winta: Menyatukan Jiwa Lukis dan Batik dalam Satu Goresan
Dalam dunia seni rupa dan budaya Indonesia, nama Melly Kemala Winta dikenal sebagai sosok yang tak hanya produktif berkarya, tetapi juga penuh dedikasi dalam melestarikan warisan budaya, khususnya batik. Melalui tangannya, batik bukan sekadar kain bercorak, tetapi menjadi ekspresi jiwa, ruang dialog antara tradisi dan kebaruan, serta simbol semangat yang tak lekang oleh waktu.
Dalam salah satu kegiatan seninya, Melly terlihat kembali membatik, sebuah proses yang ia lakukan dengan penuh ketekunan dan cinta. Kegiatan ini menjadi momen refleksi dan penghormatan terhadap perjalanan kariernya, khususnya saat ia pernah menerima penghargaan Desain Motif Batik Award Indonesia. “Saya ingin melatih kembali mengingat cara melorot, menggiplak, mendesain, memakai malam,” ujarnya sambil mencanting, alat tradisional batik yang menjadi simbol ketekunan dan kehalusan rasa.
Batik bukan sekadar kain bergambar—ia adalah warisan budaya yang menyimpan nilai, cerita, dan identitas. Melestarikannya adalah bentuk cinta kita pada Indonesia
Lebih dari sekadar praktik pribadi, Melly juga membagikan semangatnya kepada komunitas lintas negara. Ia pernah mengajak teman-teman dari Amerika dan Korea untuk membatik bersama dalam sebuah acara seni. Saat itu, ia memilih menggambar motif burung, keledai, serta bunga-bunga seperti melati yang merupakan bagian dari kekayaan motif Betawi, identitas budaya Jakarta yang ingin ia angkat dan perkenalkan ke dunia.
Namun, Melly tidak berhenti pada batas tradisi. Ia menjelajahi kemungkinan baru dalam batik dengan pendekatan kontemporer. Beberapa karyanya menggabungkan unsur batik dan seni lukis, menciptakan harmoni antara garis, warna, dan narasi visual. “Kemarin saya bikin batik, tapi ada singanya. Ada juga batik dengan bunga matahari, batik dengan bunga anggrek. Macam-macam, tergantung ide yang muncul,” jelasnya.
Bagi Melly, membatik bukan hanya teknik, tetapi bagian dari proses kreatif yang menyatu dengan perjalanan melukisnya. Dengan mencanting dan kuas, ia menyampaikan pesan bahwa melestarikan budaya tidak harus membatasi, tetapi justru memperluas ekspresi. Ia membuktikan bahwa batik bisa terus berkembang, masuk ke ruang-ruang seni modern, dan tetap setia pada akarnya.
Ke depan, Melly berencana membuat pameran karya—bukan hanya batik dalam pengertian klasik, tapi juga desain dan lukisan yang terinspirasi oleh semangat membatik. Ia membuka kemungkinan kolaborasi lintas budaya dengan seniman dari berbagai negara, sambil tetap menjaga nilai dan filosofi batik Indonesia.
Di tengah aktivitasnya yang padat, ia tetap menjadikan batik sebagai pusat semangat berkaryanya. “Batik adalah yang pertama saya suka, dan ini tidak akan saya lupakan,” katanya tegas. Ia percaya bahwa membatik dapat menumbuhkan semangat hidup, menjadi cara untuk kembali pada jati diri, dan menyampaikan pesan cinta pada budaya tanah air.
Sebagai penutup, Melly menyampaikan ajakan penuh semangat:
“Jangan lupa melestarikan batik, karena batik adalah hasil seni budaya Indonesia. Semangat. Ayo kita ngebatik lagi, karena dengan membatik membuat semangat hidup.” – Melly Kemala Winta