Kangjeng Mas Ayu Tumenggung Kemala Winta

Di Balik Kanvas "The Seven Queen": Ketika Tujuh Hasrat Manusia Bertemu Seni

Dalam perjalanan kreatifnya, Melly Kemala Winta kembali menghadirkan karya yang tidak sekadar visual, melainkan sebuah narasi mendalam yang berbicara melalui intuisi. Seri keempat dari karyanya yang berjudul "Skandal The Seven Queen" bukan sekadar lukisan biasa; ia adalah sebuah "lukisan berbisik" yang mengajak penikmat seni untuk berdialog dengan energi yang tersimpan di dalamnya.

Skandal The Seven Queen - Karya Melly Kemala Winta

Simbolisme dalam Kemegahan

Karya ini memadukan elemen-elemen ikonik Indonesia dengan filosofi yang mendalam. Penggunaan Tugu Monas sebagai latar bukan tanpa alasan; ia menjadi simbol takdir sejarah dan kebanggaan akan karya anak bangsa. Dipadukan dengan motif batik yang didesain khusus, lukisan ini menggambarkan pergerakan bunga-bunga yang dinamis, mengikuti alur cerita yang terus berkembang.

Tujuh Ratu dan Tujuh Hasrat Manusia

Pusat dari karya ini adalah tujuh sosok ratu yang melambangkan tujuh sifat dasar manusia:

  • Kemewahan: Simbol dari kemegahan duniawi.
  • Kecantikan: Pesona yang menutupi luka di balik proses.
  • Kemuliaan: Aspirasi tertinggi dari sebuah pencapaian.
  • Keanggunan: Ketenangan yang membawa wibawa.
  • Kelemahan: Sisi manusiawi yang menjadi titik balik kedewasaan.
  • Kewibawaan: Kekuatan untuk memimpin.
  • Keserakahan: Api ambisi yang membakar dari dalam.

Melly menjelaskan bahwa para ratu ini terjebak dalam ambisi kekuasaan, saling mengadu, dan ingin mendominasi satu sama lain. Namun, dalam keheningan mereka, tersimpan kekuatan yang lebih besar. Keheningan, menurut Melly, justru menjadi senjata paling tajam untuk berkuasa—sebuah permainan catur sunyi di mana plot paling kejam tergarap.

Intuisi sebagai Kompas Berkarya

Bagi Melly Kemala Winta, proses melukis bukanlah soal memenuhi target atau mengikuti standar baku. Ia membiarkan emosi dan intuisi memandu tangannya. Tidak jarang, ia harus mengubah total elemen lukisan di tengah proses karena adanya "daya tarik" atau bisikan energi yang menuntunnya.

Karya ini juga dilengkapi dengan elemen penjaga, yaitu burung merak yang melambangkan kemegahan dan pengawasan terhadap hasrat-hasrat para ratu, serta kepompong yang menjadi ciri khas karya Melly sebagai simbol filosofi feminitas yang baik.

Pesan untuk Kolektor

Melly menekankan bahwa karya seni ini memiliki daya tariknya sendiri. Ia percaya bahwa lukisan ini tidak sekadar mencari pembeli, melainkan akan memanggil pemiliknya yang memiliki keterikatan energi.

"Skandal The Seven Queen" adalah bentuk dedikasi Melly untuk mengangkat keindahan, kemewahan, dan sejarah Indonesia ke dalam sebuah karya yang tak lekang oleh waktu. Ia berharap melalui karya ini, pesan tentang proses, perjuangan, dan kedewasaan di balik kecantikan dapat tersampaikan kepada para penikmat seni.

Full image