Kangjeng Mas Ayu Tumenggung Kemala Winta

Menggambar: Menafsirkan Dunia Lewat Indra, Bukan Kata-kata

Di balik guratan warna dan goresan garis yang tampak sederhana, seorang pelukis menyimpan dunia yang tak diungkapkan oleh kata-kata. Begitulah cara Melly Kemala Winta—pelukis senior yang dikenal melalui akun Instagram-nya @mellycolorfull—menyampaikan perasaannya tentang seni dan kehidupan.

“Nikmati semua momentnya… Bagiku menggambar adalah refleksi dari bagaimana perasaanku tentang dunia…. Kamu tidak menangkapnya, kamu menafsirkannya.. melalui semua indra yang manusia miliki tanpa kata kata,” tulisnya dalam salah satu unggahan yang menyentuh banyak hati.

Kutipan itu bukan sekadar puisi visual. Ia mengandung filosofi mendalam tentang seni sebagai bentuk kesadaran penuh terhadap hidup. Dalam menggambar, Melly tidak hanya meniru realitas, tapi menafsirkan pengalaman hidup, rasa, dan intuisi. Karya-karyanya adalah hasil dari pengamatan yang melampaui penglihatan—ia hadir dari penciuman, sentuhan, bahkan keheningan.

Bagi Melly, menggambar bukan tentang menangkap objek sebagaimana adanya, melainkan tentang bagaimana ia merasakan keberadaan objek itu. Sebuah pohon tak hanya menjadi batang dan daun, tapi menjadi memori akan tempat berteduh, simbol keteduhan batin, atau kenangan masa kecil yang diam-diam menyapa.

Seni, menurutnya, adalah perjalanan untuk menyatu dengan momen. Tidak tergesa-gesa. Tidak harus sempurna. Setiap garis adalah jembatan antara pikiran dan perasaan, antara apa yang terlihat dan yang hanya bisa dirasakan.

Di tengah dunia yang serba cepat, pernyataan Melly mengajak kita untuk pause sejenak. Menikmati momen. Meresapi dunia lewat keheningan. Melukis, dalam konteks ini, bukan hanya aktivitas kreatif—ia menjadi bentuk kontemplasi, bentuk doa yang sunyi.

Tak heran jika karya-karya Melly selalu terasa hangat dan jujur. Ia tidak berupaya mengesankan, tapi mengajak orang masuk ke dunia rasa. Lewat seni, ia menyalurkan perasaan yang tak bisa dijelaskan, dan mungkin tak perlu dijelaskan.

Karena dalam banyak hal, hidup memang tak selalu harus diucapkan. Cukup dirasakan. Dan dilukiskan.

https://kemalawinta.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*