Kangjeng Mas Ayu Tumenggung Kemala Winta

Melukis Merah Putih di Kanvas Bangsa

Refleksi HUT RI ke-80 bersama sosok Melly Kemala Winta

Kemerdekaan sebagai Kanvas Perjuangan

Usia ke-80 tahun kemerdekaan Indonesia adalah momentum penting untuk kembali menafsirkan makna kemerdekaan. Redaksi melihat, melalui perjalanan seni sekaligus kiprah sosial Melly Kemala Winta, kemerdekaan dapat diibaratkan sebagai sebuah kanvas besar. Para pendiri bangsa telah menggoreskan warna perjuangan, pengorbanan, dan harapan di atasnya. Kini, generasi penerus diberikan kuas masing-masing untuk melanjutkan goresan itu dengan keberanian, kreativitas, dan karya nyata.


Melly Kemala Winta dan Peran Sosial Budaya

Melly dikenal sebagai pelukis berbakat dengan gaya khas yang sarat makna, namun perannya tidak berhenti di ranah seni. Saat ini ia mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Humas Wanita PERSAHI, organisasi yang sejak 1961 telah menjadi wadah sarjana hukum wanita dan istri sarjana hukum. Dari sini, kiprah Melly semakin luas—mendukung peran perempuan dalam memperjuangkan kedudukan hukum, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta berkontribusi bagi kesejahteraan sosial.


Wanita PERSAHI: Kiprah Perempuan untuk Negeri

Sejak berdiri di Yogyakarta pada 26 November 1961, Wanita PERSAHI telah tumbuh menjadi organisasi yang solid dengan lebih dari 2.500 anggota di seluruh Indonesia. Komitmennya kuat: memperjuangkan kedudukan perempuan dan anak di mata hukum, sekaligus memperluas peran sosial, budaya, ekonomi, hingga hubungan internasional.

Visi organisasi ini jelas, yaitu mempererat persaudaraan dan meningkatkan peran perempuan. Melalui penyuluhan hukum, seminar, bakti sosial, kewirausahaan, hingga kerja sama lintas lembaga dalam dan luar negeri, Wanita PERSAHI berusaha mencerdaskan generasi penerus sekaligus menguatkan fondasi bangsa.


Merawat Warna Persatuan

Seperti batik yang kaya motif, Indonesia pun tersusun dari keberagaman. Dalam kerangka seni maupun hukum, keberagaman ini adalah kekuatan, bukan pemisah. Melly percaya, sebagaimana lukisan yang lahir dari inspirasi ilahi, bangsa ini juga harus terus dituntun oleh nilai luhur: persatuan, keadilan, dan kasih untuk sesama. Jika nilai-nilai itu dijaga, maka merah putih akan selalu hidup, tidak pudar oleh egoisme atau perpecahan.


Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia

Kemerdekaan adalah karya bersama. Setiap warga negara memegang kuasnya sendiri untuk melanjutkan lukisan besar bernama Indonesia. Refleksi di HUT RI ke-80 ini mengingatkan kita semua: merawat persatuan, menghidupkan semangat berkarya, dan terus menyalakan cahaya kebangsaan adalah jalan menuju masa depan yang lebih indah.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-80!

Mari kita isi perjalanan bangsa dengan warna-warna terbaik demi Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat. 🇮🇩✨

https://kemalawinta.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*