Kangjeng Mas Ayu Tumenggung Kemala Winta

Ada karya yang lahir dari hiruk-pikuk gagasan. Namun, ada pula karya yang tumbuh perlahan—dirajut dalam keheningan, melalui proses panjang yang mungkin tidak selalu terlihat oleh mata. Pelukis senior Melly Kemala Winta memilih jalan yang kedua.

Melalui unggahan di akun Instagram @mellycolorfull, Melly memperkenalkan dirinya dengan kalimat yang sederhana, tetapi sarat makna: “Sang Ratu penenun benang Emas.” Ia kemudian menuliskan tiga potongan kalimat yang terasa seperti manifesto artistiknya:

“Saya mengeksplorasi…
Saya menenun Narasi…
Saya bekerja dalam senyap…”

Tiga kalimat itu seolah membuka pintu menuju dunia kreatif Melly—dunia tempat warna, pengalaman, gagasan, dan perasaan tidak sekadar dituangkan ke atas kanvas, tetapi dirangkai menjadi sebuah narasi.

Menenun, Bukan Sekadar Melukis

Kata “menenun” menjadi menarik ketika digunakan Melly untuk menggambarkan proses kreatifnya.

Menenun membutuhkan kesabaran. Sehelai demi sehelai benang disusun hingga membentuk pola dan akhirnya menjadi sesuatu yang utuh. Begitu pula dengan karya seni. Ia tidak selalu lahir dalam sekali tarikan kuas, melainkan melalui eksplorasi, pencarian, kegelisahan, dan dialog panjang antara seniman dengan dirinya sendiri.

Ketika Melly mengatakan, “Saya mengeksplorasi,” ada semangat untuk terus mencari. Tidak berhenti pada apa yang sudah ditemukan, tetapi berani memasuki kemungkinan-kemungkinan baru.

Lalu, “Saya menenun Narasi.”

Di sinilah lukisan tidak lagi sekadar menjadi objek visual. Ia menjadi cerita. Setiap warna, garis, tekstur, dan komposisi dapat menjadi bagian dari perjalanan yang ingin disampaikan sang seniman kepada penikmat karya.

Dan semuanya dilakukan dengan satu sikap: bekerja dalam senyap.

Karya yang Tumbuh dari Keheningan

Dalam dunia yang semakin ramai oleh suara, keheningan justru dapat menjadi ruang yang sangat produktif bagi seorang seniman.

Bekerja dalam senyap bukan berarti tanpa gagasan. Sebaliknya, mungkin justru di dalam kesunyian itulah gagasan memperoleh ruang untuk tumbuh.

Melly tampaknya memahami bahwa proses kreatif tidak selalu membutuhkan sorotan. Ada saat ketika seorang seniman cukup bekerja, mengeksplorasi, merasakan, merangkai, lalu membiarkan karya berbicara dengan bahasanya sendiri.

Karena pada akhirnya, karya seni memiliki caranya sendiri untuk menemukan penontonnya.

“Beyond Imagination #3”

Perjalanan kreatif itu kini dapat dijumpai dalam pameran “Beyond Imagination #3” di Pendhapa Art Space, Yogyakarta.

Melalui unggahannya, Melly mengajak publik untuk berjumpa dengan karyanya hingga 5 September 2026. Pameran ini menjadi ruang perjumpaan antara imajinasi sang seniman dan interpretasi para penikmat seni.

Apa yang bagi seniman merupakan perjalanan panjang dalam mencari dan menenun makna, bagi pengunjung bisa menjadi pengalaman yang sama sekali berbeda.

Satu karya dapat berbicara tentang sesuatu yang personal bagi penciptanya, tetapi menemukan makna baru ketika berada di hadapan mata orang lain.

Barangkali, di situlah kekuatan seni: ia tidak pernah benar-benar selesai ketika seniman meletakkan kuasnya.

Ia justru mulai hidup ketika dilihat, dirasakan, dan ditafsirkan.

Sang Ratu yang Menenun dalam Senyap

“Sang Ratu penenun benang Emas” bukan sekadar sebuah ungkapan puitis. Ia seperti metafora tentang perjalanan seorang seniman yang memilih merajut karya dengan ketekunan.

Melly mengeksplorasi.

Melly menenun narasi.

Melly bekerja dalam senyap.

Dan dari kesenyapan itu, lahir karya-karya yang kemudian menemukan ruang untuk berbicara.

Di Beyond Imagination #3, Yogyakarta menjadi tempat perjumpaan itu berlangsung. Sebuah kesempatan bagi publik untuk melihat lebih dekat bagaimana imajinasi seorang seniman dapat diterjemahkan menjadi bahasa visual—bahasa yang kadang tidak membutuhkan banyak kata.

Sebab, mungkin memang demikian cara Melly Kemala Winta berkarya:

tidak banyak berbicara tentang prosesnya, tetapi membiarkan setiap karya menyampaikan ceritanya sendiri.

Sampai jumpa di Beyond Imagination #3.
Pendhapa Art Space, Yogyakarta.
Hingga 5 September 2026.