Rayakan HUT Jakarta, Pelukis Senior Melly Kemala Winta Tantang Diri Lewat Media “Kecil Itu Keren”
JAKARTA – Pelukis senior Melly Kemala Winta turut ambil bagian dalam pameran seni kolektif bertajuk “Kecil Itu Keren” yang diselenggarakan di Gedung Cipta 1 dan 2. Pameran ini digelar secara khusus untuk memperingati hari ulang tahun Kota Jakarta yang ke-498.
Berbeda dengan pameran pada umumnya, pameran ini menuntut kreativitas tinggi di atas media yang sangat terbatas. Melly, yang biasanya berkarya di kanvas berukuran besar, kini harus menuangkan imajinasinya ke dalam kanvas berukuran 15 x 15 cm.
Simbolisme Metamorfosis di Ruang Mikro
Dalam pameran ini, Melly tetap mempertahankan ciri khasnya dengan mengangkat tema Kepompong. Melalui penggunaan warna-warna cerah (colorful), ia menghadirkan komposisi 7 kepompong dan 7 kupu-kupu yang memiliki makna mendalam.
“Kepompong adalah simbol metamorfosis—bagaimana sesuatu yang biasa bertransformasi menjadi indah. Ini juga menggambarkan pengorbanan dalam perjalanan hidup manusia,” jelas Melly.
Ia mengakui bahwa melukis dalam ukuran mini merupakan pengalaman pertama baginya. Meski awalnya merasa sulit, ia justru merasa tertantang dan menemukan keunikan tersendiri dalam proses kreatif tersebut.
Pameran Skala Internasional
Pameran ini tidak hanya diikuti oleh perupa lokal, tetapi juga melibatkan total 500 seniman, termasuk peserta dari 10 negara luar negeri. Keberagaman ini terlihat dari berbagai gaya yang ditampilkan di ruang pameran, mulai dari:
-
Karya Jimmy Silen yang memanfaatkan barang bekas (besi) bertema rumah kumuh.
-
Sentuhan mixed media menggunakan benang dan bunga asli.
-
Lukisan bertema alam bawah laut yang detail dan glamor.
Detail Pelaksanaan
Bagi para pencinta seni yang ingin melihat langsung bagaimana para seniman senior dan kontemporer mengolah media kecil menjadi karya mewah, pameran ini terbuka untuk umum:
-
Lokasi: Gedung Cipta 1 dan 2 (Taman Ismail Marzuki).
-
Periode: 19 – 29 Juni.
-
Karya Utama: Lukisan berukuran 15 x 15 cm dari 500 perupa.
Melly berharap pameran ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa keindahan dan pesan moral sebuah karya seni tidak terbatas oleh ukuran medianya.