Scandal of the Seven Queen: Ketika Kekuasaan Berwajah Banyak
Anda tidak diundang untuk sekadar melihat.
Anda diundang untuk merasa, menebak, dan bertanya.

Lewat bait-bait tajam Melly Kemala Winta, pelukis senior yang selalu bermain di batas antara keindahan dan keberanian, kita diajak memasuki ruang yang lebih sunyi—ruang di mana warna bukan sekadar warna, dan figur bukan sekadar bentuk. Di sana, seni berubah menjadi cermin kekuasaan, panggung para ratu, dan arena pertarungan batin yang jarang kita berani sentuh.
“Siapa pemimpin?
Siapa pengkhianat?
Siapa yang berpura-pura tersenyum,
sementara hatinya menunggu mahkota jatuh?”
Pertanyaan itu menggema bukan hanya pada lukisan, tetapi pada kehidupan kita sendiri. Kita hidup di dunia yang dipenuhi topeng—di ruang publik, sosial, bahkan spiritual. Dalam dunia para ratu, kehendak tidak perlu diteriakkan. Ia dijalankan dalam diam, dengan ketenangan yang justru menciptakan badai.
Melly tidak sedang menampilkan seni.
Ia sedang membuka sebuah ritual.
Ia menghadirkan kekuatan yang berlapis, simbol yang menggigit, dan narasi yang tidak bisa kita tutup begitu saja.
Inilah Scandal of the Seven Queen.
Bukan sekadar pameran, tetapi sebuah undangan untuk menghadapi diri sendiri—tanpa mahkota, tanpa topeng, tanpa dalih.
Selamat datang.
Beranikah Anda melihat lebih jauh dari yang terlihat?