Melly Kemala Winta di Springhill Art Exhibition: Kekuatan Batin “Draupadi dengan Kain Tak Berujung”
Jakarta – Pameran seni rupa bertajuk “Springhill Art Exhibition: Merajut Kebhinekaan Lewat Seni” yang digelar di Springhill Royale Suites menjadi wadah bagi para seniman untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka. Salah satu karya yang menarik perhatian adalah lukisan “Draupadi dengan Kain Tak Berujung” yang dipersembahkan oleh Pelukis Senior, Melly Kemala Winta.
Karya berukuran 123 cm x 72 cm dengan media Kanvas Akrilik ini bukan sekadar representasi visual, melainkan sebuah narasi mendalam tentang martabat dan kekuatan batin seorang perempuan di tengah ujian kehormatan.
Deskripsi Lukisan yang Penuh Daya Spiritual
Melly Kemala Winta dengan lembut menuturkan kisah Draupadi, putri yang dipermalukan di Istana Hastinapura oleh Duryodhana dan Dushasana setelah Pandawa kalah dalam permainan dadu. Mereka berupaya menanggalkan pakaian Draupadi di depan khalayak ramai.
Namun, dalam bingkai kanvasnya, Melly tidak menampilkan amarah atau teriakan perlawanan. Sebaliknya, melalui sapuan lembut dan gestur doa yang tenang, lukisan ini menuturkan kekuatan batin perempuan yang dijaga oleh kasih semesta. “Kain tak berujung” yang menjadi judul lukisan ini disimbolkan sebagai martabat dan perlindungan Illahi.
Narasi Karya: Doa yang Menjelma Kain
Narasi karya yang kuat menjelaskan bahwa saat kehormatannya dicoba direnggut di hadapan banyak mata, Draupadi memilih untuk diam. Keheningan itu adalah wujud doa yang tulus.
“Doa itu menjelma menjadi kain panjang tak berujung, setiap lipatan kain adalah untaian doa setiap hela warnanya menyimpan martabat yang tidak bisa dilucuti,” demikian narasi yang mengiringi lukisan tersebut.
Lukisan “Draupadi dengan Kain Tak Berujung” ini menjadi kisah klasik tentang perempuan yang berdiri teguh dengan cahaya lembut dalam dirinya, menjadikannya simbol kehormatan dan kekuatan batin perempuan dari masa silam yang relevan hingga kini.
Kehadiran karya Melly Kemala Winta ini di Springhill Art Exhibition semakin memperkaya khazanah pameran yang mengusung tema “Merajut Kebhinekaan Lewat Seni”, menunjukkan bagaimana seni mampu menarasikan nilai-nilai universal dan spiritual yang melampaui batas budaya.



