Kangjeng Mas Ayu Tumenggung Kemala Winta

Seri Scandal dan Visi Kebersamaan di ‘The Future’: Gebrakan Baru Seni Lukis Indonesia

Panggung seni rupa kontemporer di Jakarta kembali berdenyut dengan dibukanya Contemporary Art Exhibition “The Future” di Jakarta Design Center (JDC). Pameran yang berlangsung sejak 12 Oktober hingga 3 November 2025, ini bukan sekadar ajang unjuk karya, melainkan penegasan arah baru seni lukis Indonesia di masa depan.

Acara pembukaan pameran ini menarik perhatian karena melibatkan kolaborasi entitas penting: JDC sebagai hub desain dan komersial, Tubagus Andre Sukmana sebagai Kurator, dan kehadiran institusi negara yang diwakili oleh Ibu Esti Nurjadin, Direktur Eksekutif Badan Pengelola Usaha Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kehadiran Ibu Esti menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap perkembangan ekosistem seni kontemporer, yang di masa depan harus mampu mandiri dan inklusif.

“Scandal”: Inovasi Melly Kemala Winta dalam Berlari dari Keterbatasan

Di tengah pameran yang mengusung tema futuristik, pandangan pelukis senior Melly Kemala Winta memberikan perspektif segar tentang apa yang disebut “gebrakan baru” dalam seni lukis. Melly, melalui kutipannya, menyoroti bagaimana inovasi harus melampaui teknik, menuju kedalaman konsep dan format:

“Iya kemaren yang buka pameran Ibu Esti Nurjadin dan direktur JDC Bapak Nurul. Sepertinya ini adalah Gebrakan baru di dalam seni lukis Indonesia dengan memakai Seri dgn Judul Scandal membuat warna baru dgn ide kreatif Melly. Jadi masyarakat dengan karya seni yg berbeda bercerita mengenai kehidupan dgn lingkungan, watak, Ilahi, dsb membuat menunggu Seri Seri Scandal yg selanjutnya.”

Melly mengidentifikasi bahwa inovasi yang sesungguhnya terletak pada keberanian untuk menyajikan karya dalam format berseri (series). “Seri Scandal,” dengan narasi puitisnya tentang “tujuh penunggang kuda perempuan” yang berpacu antara kuasa dan nurani, mengubah lukisan dari sekadar representasi visual menjadi narasi episodik yang membuat penonton menunggu kelanjutannya. Ini adalah pergeseran format yang relevan dengan budaya konsumsi konten digital masa kini, di mana serialisasi mendominasi.

Seni sebagai Medium Dialog Kehidupan

Konsep penceritaan Melly Winta juga menekankan bahwa seni lukis tidak boleh steril dari isu-isu fundamental kemanusiaan. Dengan fokus pada “kehidupan, lingkungan, watak, Ilahi,” “Seri Scandal” memaksa audiens untuk terlibat dalam dialog yang lebih dalam mengenai jati diri dan skandal abadi di sekitar kita.

Gebrakan ini—perpaduan ide kreatif yang berseri dan pengangkatan isu filosofis—menjadi “warna baru” yang diakui dan mendapat restu di panggung seni nasional. Dukungan dari Ibu Esti Nurjadin, yang lembaganya fokus pada pengembangan museum dan cagar budaya sebagai agen perubahan dan ruang dialog, kian memperkuat pandangan bahwa seni kontemporer, dengan segala inovasinya, adalah bagian tak terpisahkan dari narasi kebudayaan bangsa.

“The Future” bukan hanya tentang teknologi atau desain. Seperti yang ditunjukkan oleh Melly Kemala Winta melalui “Seri Scandal,” masa depan seni lukis Indonesia adalah masa depan yang berani bercerita, inovatif dalam format, dan tetap berakar kuat pada esensi pergulatan manusia. Ini adalah sinyal bahwa era kolaborasi institusional dan eksperimen naratif dalam seni rupa telah tiba.

https://kemalawinta.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*